Jumat, 07 November 2014

Sejarah Awal Fotografi di Dunia




Hallo... kali ini saya akan memberikan postingan tentang sejarah awal Fotografi di Dunia. Tapi sebelumnya siapkan mata dan fokus pada apa yang anda baca. Okokok J
Teknologi fotografi dimulai dengan sebuah kotak penangkap bayangan gambar, sebuah alat yang mulanya untuk meneliti konstalasi bintang yang dipatenkan oleh Gemma Fricius pada 1554. Namun sebenarnya, cikal bakal teknologi ini adalah seorang ahli filsafat Cina bernama Mo Ti pada abad ke-5 SM, Aristoteles pada abad ke-3 SM, dan seorang Arab bernama Ibn Al-Haitham pada abad ke-10 M. Kemudian pada 1558 ilmuwan Italy Giambattista della Porta menyebut "camera obscura" pada sebuah kotak kososng yang membantu pelukis menangkap bayangan gambar.
Lalu pada 1727, Johann Heinrich Schulze menemukan bahwa cairan tertentu akan berubah warnanya jika diekspos ke sinar. Kemudian pada awal abad ke-19, Thomas Wegwood melakukan sebuah percobaan. Ia berhasil menangkap citra sebuah objek. Namun sayangnya citra tersebut tidak bertahan lama karena belum ditemukannya metode untuk membuat citra menjadi permanen.
Akhirnya pada 1824 foto pertama berhasil dibuat oleh seniman lithography Prancis Nicéphore Niépce. Niépce membuat foto dengan pelat logam yang disinari dalam camera obscura selama delapan jam. Merasa kurang puas, Niépce bekerja sama dengan pelukis asal Prancis Louis-Jacques-Mandé Daguerre untuk menyempurnakan penelitiannya yang lalu disebut heliografi. Dalam bahasa Yunani, helios adalah matahari dan graphos berarti menulis.
Namun karena Niépce wafat pada 1833, Daguerre-lah yang menyelesaikan percobaan tersebut dan menyebut temuannya ini sebagai Daguerreotype dan ia pun dinobatkan sebagai orang pertama yang berhasil membuat foto yang sebenarnya.
Padahal beberapa bulan sebelumnya, seorang ilmuan Inggris bernama William Henry Fox Talbot sudah pula menemukan lukisan fotografi juga menggunakan camera obscura, tapi ia buat posistifnya pada sehelai kertas chlorida perak. Kemudian pada tahun yang sama Talbot menemukan cikal bakal film negatif modern yang terbuat dari lembar kertas beremulsi yang bisa digunakan untuk mencetak foto dengan cara contact print (print yang dibuat tanpa pembesaran / pengecilan) juga bisa digunakan untuk cetak ulang layaknya film negatif modern. Proses ini disebut Calotype yang kemudian dikembangkan menjadi Talbotypes.
Kemudian pada Januari 1850 seorang ahli kimia Inggris bernama Robert Bingham memperkenalkan penggunaan collodion sebagai emulsi foto, yang saat itu cukup populer dengan sebutan wet-plate photography. Walaupun cukup rumit, proses collodion ini banyak digemari fotografer karena dianggap cukup menjanjikan. Sejak saat itulah fotografi mulai intens melayani kebutuhan pers.
Temuan teknologi makin maju sejalan dengan masuknya fotografi ke dunia jurnalistik. Karena belum bisa membawa foto ke dalam proses cetak, surat kabar mula-mula menyalin foto ke dalam gambar tangan. Dan surat kabar pertama yang memuat gambar sebagai berita adalah The Daily Graphic pada 16 April 1877. Gambar berita pertama dalam surat kabar itu adalah sebuah peristiwa kebakaran.
Kemudian, ditemukanlah proses cetak half tone pada tahun 1880 yang memungkinkan foto dibawa ke dalam surat kabar. Pada Juni 1888, George Eastman, seorang ilmuwan Amerika, menciptakan revolusi fotografi dunia hasil penelitiannya sejak 1877. Ia menjual produk baru dengan merek Kodak yang terkenal dengan nama Eastman’s Kodak, yaitu berupa sebuah kamera kotak kecil dan ringan, yang telah berisi rol film (dengan bahan kimia Perak Bromida) untuk 100 exposure. Bila seluruh film digunakan, kamera (berisi film) dikirim ke perusahaan Eastman untuk diproses. Setelah itu kamera dikirimkan kembali dan telah berisi rol film yang baru. Berbeda dengan kamera pada masa itu yang besar dan kurang praktis, produk baru tersebut memungkinkan siapa saja dapat memotret dengan leluasa. Nah, kamera KODAK inilah yang kemudian mengalami berbagai penyesuaian teknologi sehingga menjadi kamera yang kita gunakan sekarang.
postingan selanjutnya adalah macam-macam kamera. :) 


Pengertian Fotografi



Ini adalah postingan pertama di blog baru saya. Lah kok baru? Iya baru karena sebelumnya saya sudah mempunyai blog, tapi gitulah. Saya ingin mencoba blog dengan 1 tema. Saya sempat bingung untuk menentukan tema apa yang ingin saya pilih. (mengetuk ngetuk pulpen ke kepala) bingung banget tema apa yah? Tidak ada inspirasi sama sekali. Memang sempat awalnya saya ingin membuat blog bertemakan bisnis online. Tapi saya berfikir 2x, sepertinya tidak jadi . entah malam apa saya membuka-buka media social , saya drop ke atas dan ke bawah dan alhamdulillah saya kembali pada hoby saya yaitu photography. (tepuk tangan sendiri sambil bilang, yeeee akhirnya ).
Berawal dari mata yang melihat hasil karya-karya mastah-mastah di sebuah komunitas photography di social media. Dan aku putuskan untuk memberi title “THE PHOTOGRAPHY” dengan ling http://lita-photography.blogspot.com yang memang sebelumnya nama blog saya adalah “JUST SHARE” linknya http://lita-mumi.blogspot.com “ biar miripan gituuu. J bolehlah sekali-kali mampir di blog saya . hehe
Sebenarnya saya yakin sudah banyak bahkan mungkin sudah terlalu banyak untuk blog-blog yang megulas tentang fotografi , tapi is ok no problemo. Toh yang terpenting adalah ilmunya. Saya tahu kalian para pembaca dan para pecinta fotografi pasti sudah tahu dan sudah paham apa itu fotografi? Tapi tidak ada salahnya kan jika saya ingin menjelaskan lagi , itung-itung menambah ilmu dan jadi lebih paham lagi tentang fotografi. Ok ok ok 
Langsung aja, “sebenarnya apa si fotografi?”
“lah kok malah nanya tho?” piyee iki
Hehehe iya kan saya Cuma ingin mengetes saja kawan-kawan, 
Fotografi itu berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata “photos” dan “Grafo”. Photos itu adalah Cahaya dan Grafo adalah Melukis. Jadi apa itu fotografi? Fotografi adalah proses melukis dengan menggunakan cahaya. Nah istilah umumnya , fotografi adalah proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cayaha.
“Jadi jika tidak ada cahaya bagaimana?”
Yaa tidak bisa, kan sudah dijelaskan bahwa fotografi itu melukin dengan caya. Bagaimana bisa bekerja/melukis tanpa adanya cahaya.
“apa kawan-kawan tahu alat apa yang paling tepat untuk melakukan itu/ menangkap cahaya?”
(mengacungkan tangan paling awal) yaa jelas alat yang paling populer adalah kamera. Dengan alat ini kita bisa melukis dengan cahaya dan membuat foto yang kita inginkan.
Sekarang sudah paham kan untuk yang belum paham, untuk yang sudah paham mungkin jauh lebih paham tentang fotografi. 
“untuk prinsip fotografi itu sendiri bagaimana?”
Nah jadi gini, prinsip Fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghasilkan bayangan nidentik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (Lensa). Setelah mengetahui dan mengerti pengertian fotografi selanjutnya saya akan memposting sejarah fotografi. Rasanya tidak lucu kita hanya mengerti dan tahu tapi tidak mengerti asal mula dan sejarah fotografi. See you next my posting yaa !